“ Aku meletakkan tanganku di tubuhnya, namun aku menemukan ia telah
meninggalkan dunia ini”
Rumah
kami akan segera berubah. Aku merasa bahwa Surga akan hadir di rumah kami dan
aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia pun tiba di rumah kami bagai
seorang mempelaiwanita yang dihantarkan ke dalam rumah kami. Dan begitu ia
menginjakkan kakinya di rumah kami, kami segera bekerja bahu-membahu. Aku dan
ibuku serta semua yang ada di rumah berkhidmat kepadanya, bahkan rela tidak
tidur untuk menjaganya. Ibuku membacakan surat kabar untuknya agar ia tetap
dapat mengikuti berita, karena memang ia menyukai hal itu. Sementara aku
memberinya makan dan menyiapkan obat yang harus diminumnya…
Hari
demi hari, bulan demi bulan berlalu. Dan suatu hari, nenekku itu mengalami
penyumbatan di